Forum Diplomasi Kota Indonesia Gelar Pertemuan Perdana

Pengurus Forum Diplomasi Kota Indonesia (FDKI) menggelar rapat perdana, Selasa (30/6), pukul 16.00 Wita. Pertemuan yang berlangsung secara online ini diikuti oleh para inisiator FDKI, membahas beberapa agenda penting untuk pengembangan organisasi.

Rapat dipandu oleh Ketua FDKI, Ishaq Rahman. Pada awal pertemuan, Ishaq menjelaskan bahwa rapat ini dimaksudkan untuk menyamakan visi diantara para pengurus dan inisiator tentang konsep diplomasi kota yang menjadi perhatian bersama.

“Kita ingin ada semacam standing point bersama ketika menyebut diplomasi kota. Maka pertemuan ini diisi dengan diskusi terkait konsep paradiplomasi dan diplomasi kota, terutama untuk melihat peran kota-kota di Indonesia dalam berinteraksi dengan entitas global,” kata Ishaq.

Dalam presentasinya, La Ode Muhammad Fathun memaparkan konsep diplomasi kota yang selama ini dipahami dalam dunia akademik. Konsep ini lahir dan berkembang dalam literatur barat, sehingga masih terbuka peluang untuk kajian yang sesuai dengan konteks Indonesia.

“Literatur Indonesia yang membahas mengenai diplomasi kota terbilang langka. Memang ada beberapa buku yang telah membahas tentang peranan pemerintah daerah dalam hubungan internasional, namun umumnya masih didominasi oleh literatur pembangunan daerah,” kata Fathun.

Dalam pandangan Fathun, diplomasi kota dewasa ini menjadi lebih penting karena tiga faktor, yaitu: globalisasi, interaksi, dan solidaritas. Namun demikian, perlu ada kesepahaman bersama tentang aktor-aktor paradiplomasi.

“Tidak semua pemerintah daerah untuk dapat disebut paradiplomasi. Perlu ditelaah tingkat partisipasinya dalam isu-isu global,” kata Fathun.

Selanjutnya, pertemuan perdana ini juga membahas tentang Rencana Program yang akan dijalankan oleh FDKI untuk tahun 2020. Selain rencana untuk mengembangkan organisasi yang akan lebih banyak memanfaatkan interaksi online, juga dibahas rencana untuk menyelenggarakan kajian akademik, penelitian, kerja sama, dan kolaborasi lainnya.

“Saya kira kita perlu memberi peluang lebih luas kepada rekan-rekan penstudi hubungan internasional lain yang memiliki minat yang sama. Untuk itu, kita perlu memperluas keanggotaan kita,” kata Nur Utami, salah seorang pendiri.

Para inisiator Forum Diplomasi Kota Indonesia (FDKI) merupakan para akademisi hubungan internasional yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, yaitu:

  • Ishaq Rahman (Dosen Universitas Hasanuddin, Makassar)
  • La Ode Muhammad Fathun (Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta)
  • Nur Utaminingsih (Dosen Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar)
  • Claudia Conchita Renyoet (Dosen Universitas Cenderawasih, Jayapura)
  • Hidayat Doe (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Makassar)

Pertemuan yang berlangsung melalui aplikasi zoom meeting ini berlangsung hingga pukul 18.00 Wita.(*/ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Powered by TranslatePress »